Kondisi Tragis 109 Tahanan Wanita Palestina
Ramallah: Seorang aktifis HAM Palestina menyatakan, 109 tahanan wanita Palestina hidup mengenaskan di unit 11 dan 12 di penjara Israel Talmund (Hasyarun) dan wilayah terisolasi lainnya seperti penjara Ramlah.
Kepala Pusat Studi Tahanan, Ra’fat Hamdunah menegaskan, banyak tahanan wanita mengalami penyiksaan saat mereka ditangkap. Sejak masuk dalam bui Israel mereka sudah melakukan sejumlah kecaman dan protes terhadap aksi zionis termasuk mogok makan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki hidup mereka dan menghadang aksi politik penekanan yang mereka alami di penjara.
Hamdunah mengisyaratkan dalam laporannya bahwa tahanan wanita di penjara Israel mengalami situasi yang sangat buruk berupa berbagai macam siksaan fisik dan kejiwaan. Itu dirasakan sejak mereka ditangkap hingga dalam penjara.
Para tahanan wanita itu ditahan di tempat yang tidak layak untuk mereka tanpa memperhatikan kebutuhan privasi mereka dan tanpa mempedulikan hak asasi mereka yang dilindungi oleh undang-undang internasional dan undang-undang HAM. Para sipir Israel melakukan tindakan tidak manusiawi dan hina berupa pemeriksaan yang melecehkan. Baik berupa hinaan atau kekerasan. Merka kerap diisolasi dan dilarang dijenguk oleh pihak keluarga atau pihak yang berkepentingan dengan mereka. Mereka melakukan mogok makan hanyalah untuk mendapatkan hak-hak mereka.
Laporan juga menegaskan bahwa pihak penjara Israel juga melarang tahanan wanita Palestina untuk berobat meski mereka mengalami sakit yang sangat parah. Untuk mengisolasi tahanan wanita ini, Israel sengaja memperlambat masuknya koran harian. Sebagian tahanan wanita disediakan TV. namun dalam penjara hanya 30 buku yang tidak membantu mereka untuk berkembang. Pihak penjara Israel menghangi masuknya buku yang kebanyakan waktu mereka dihabiskan di ruang sel. Mereka juga disediakan tempat ibadah di saat mereka ingin shalat lima waktu atau shalat malam.
Untuk kunjungan keluarga, Israel melarangnya pada batas tertentu. Kunjungan yang diizinkan kepada yang tidak rutin dan hanya bisa menaiki bus Palang Merah sejak pagi dini hari hingga tengah malam. Di antara pelanggaran lagi adalah, para tahanan wanita itu ketika melahirkan diikat di RS. Seperti yang dialami oleh Ummu Mahmod Az-Zuq dua bulan lalu.
Hamdunah menambahkan, pelanggaran lain adalah tahanan wanita Palestina juga diberi sanksi hanya karena sebab yang remeh, buruknya makanan, pemeriksaan setiap saat dengan penuh pelecehan, penggerebekan tanpa pemberitahuan, terkadang mereka dicampur satu sel dengan tahanan wanita pelaku kriminal dari warga Yahudi.
Karenanya, Hamdunah meminta kepada lembaga HAM dan lembaga yang kompeten soal tahanan, Liga Arab untuk mendukung tahanan wanita Palestina dan memberikan solusi kemanusiaan bagi mereka. (infopalestina)
sekarang siapa sebenarnya yang teroris,israel atau palestina ?